AKHMAD MUSTAPA AKHMAD MUSTAPA AKHMAD MUSTAPA AKHMAD MUSTAPA AKHMAD MUSTAPA AKHMAD MUSTAPA AKHMAD MUSTAPA

Rabu, 25 Juli 2012

Etika Komputer dan Etika Dunia Maya

BAB 1
PENDAHULUAN

Hitam putih istilah ini sepertinya berlaku disemua aspek-aspek kehidupan manusia. Seperti halnya pemanfaatan komputer. Di sisi lain sangat menguntungkan dalam kebutuhan manusia, tetapi di sisi lain ada juga tindak kejahatan dengan memanfaatkan kebebasan berakses tetapi dengan sistem keamanan yang minim dari teknologi komputer tersebut. Fenomena ini cepat atau lambat pasti akan muncul. Misalnya dengan adanya internet, kita akan semakin mudah mengakses data dari mana saja dan kapan saja, pelanggaran hak kekayaan intelektual dan memiliki rasa tidak bertanggung jawab hanya karena menginginan suatu kemudahan

Perkembangan teknologi informasi membawa banyak perubahan yang terjadi pada sistem kehidupan, terutama transformasi dari sistem manual ke sistem berbasis komputer pada berbagai sistem pelayanan masyarakat. Perkembangan teknologi tersebut tentunya berorientasi untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Dengan teknologi informasi, kemudahan dalam memperoleh menciptakan, mengolah serta mendistribusikan data/informai dapat terwujud ( Wardiana, 2002 ). Sebagai contoh, organisasi komersial menggunakan teknologi informasi untuk mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya, dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka. Bank menggunakan sistem teknologi informasi untuk mengolah cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi. Perusahaan menggunakan teknologi informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingakat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia. Organisasi-organisasi sosial kemasyarakatan juga menggunakan teknologi informasi untuk administrasi, penyampaian informasi dan publikasi kegiatan yang dilakukan agar perkembangannya sejalur dengan hukun. Disetiap negara diperlukan suatu landasan dasar yang kuat agar tidak menyimpang dari ketentuan yang berlaku. Inilah awal mulanya muncul dari Etika Komputer. Awal sejarah etika komputer bermula dari munculnya istilah Teknologi informasi ( TI ) yang dikemukakan oleh seorang profesor ketika melakukan riset cybernetics atau the science of information feedback system di bidang etika & teknologi.
BAB 2
LANDASAN TEORI

2.1         Sejarah Etika Komputer

Perkembangan teknologi yang terjadi dalam kehidupan manusia, memberikan banyak perubahan pada cara berfikir manusia baik itu dalam usaha pemecaan masalah, perencanaan, maupun juga dalam pengambilan keputusan. Sejarah etika komputer perkembangannya juga dimulai dari era 1940-an, dan secara bertahap berkembang menjadi sebuah disiplin ilmu baru di masa sekarang ini.

1.      Era 1940-1950an
Pada awal tahun 1940-an professor dari MIT ini membantu mengembangkan suatu meriam antipesawat yang mampu menembak jatuh sebuah pesawat tempur yang melintas diatasnya. Pada perkenbangannya,penelitian dibidang etika dan teknologi tersebut akhirnya menciptakan suatu bidanng riset baru di sebut ut cybernetics atau the science of information feedback system. Yang pada akhirnya membuat wiener menarik beberapa kesimpulan etis tentang pemanfaatan teknologi yang sekarang dikenal dengan sebutan Teknologi Informasi (TI). Dalam konsep penelitiannya, Wiener meramalkan terjadinya revolusi social dan konsekuensi etis dari perkembangan Teknologi Informasi. Di Tahun 1948, di dalam bukunya cybernetic: control and communication in the Animal and the mechine, ia mengungkapkan bahwa “mesin komputasi modern pada prinsipnya merupakan system jaringan syaraf yang juga merupakan peranti kendali otomatis. Dalam pemanfaatan mesin tersebut, manusia akan dihadapkan pada pengaruh sosial tentang arti penting teknologi tersebut yang ternyata mampu memberikan “kebaikan”, sekaligus “malapetaka”.

2.      Era 1960-an
Pada tahun 1960 Donn Parker dari SRI Internasional Menlo Park California melakukan berbagai riset untuk menguji penggunaan komputer yang tidak sah dan tidak sesuai dengan profesionalitas di bidang komputer. Parker juga dikenal menjadi pelopor kode etik profesi bagi profesionalndi bidang komuputer, yang ditandai dengan usahanya pada tahun 1968 ketika ditunjuk untuk memimpin pengembangan kode etik professional yang pertama dilakukan untuk Association for Computing Machinery (ACM )

3.      Era 1970
Perkembangan etika komputer di era 1970-an juga ddiwarnai dengan karya Walter Maner yang sudah mulai menggunakan istilah “ computer etics”. Maner menawarkan menawarkan suatu kuesus eksperimental atas materi pokok tersebut pada Old Dominion University in Virginia. Sepanjang tahun 1978 ia juga mempublikasikan sendiri karyanya Starter Kit in Computer Etics. Yang berisi material kurikulum dan pedagogi untuk para pengajar universitas dalam mpengembangan pendidikan etika komputer.

4.      Era 1980-an
Pertengahan tahun 1980-an, James moor dari Darthmouth Collage menerbikan artikel menarik yang berjudul “What is Computeer Ethics ?” sebagai isu khusus pada jurnal Metaphilosophy. Deboarh Johnson dari Rensselear Polytechnic Institut menerbitkan buku teks Computer Ethics.

5.      Era 1990-an sampai sekarang
Sepanjang tahun 1990 berbagai pelatihan baru di universitas, pusat riset, konferensi, jurnal, buku teks dan artikel menunjukkan suatu keanekaragaman yang luas tentang topic di bidang etika komputer. Sebagai contoh pemikir  seperti Donald Gotterbarn, Keith Miller, simon Rongerson, dan Dianne Martin seperti juga banyak organisasi professional komputer yang menangani tanggung jawab sosial profesi tersebut.

6.      Etika Komputer di Indonesia
Sebagai Negara yang tidak bias dilepaskan dari perkembangan teknologi komputer, Indonesia pun tidak mau ketinggalan dalam mengembangkan etika di bidang tersebut. Mengadopsi pemikir-pemikir dunia di atas, etika di bidang komputer berkembang menjadi kurikulum wajib yang dilakukan oleh hampir semua perguruan tinngi di bidang komputer di Indonesia

2.2         Pengertian Etika Komputer

Etika komputer adalah sebuah frase yang sering digunakan namun sulit untuk
didefinisikan. Untuk menanamkan kebiasaan komputer yang sesuai, etika harus
dijadikan kebijakan organsasi etis. Sejumlah organisasi mengalamatkan isu mengenai
etika komputer dan telah menghasilkan kode etik.

Pada tahun 1992, koalisi etika komputer yang tergabung dalam lembaga etika komputer (CEI) memfokuskan pada kemajuan teknologi informasi, atik dan korporasi serta kebijakan publik. CEI mengalamatkannya pada kebijakan organsasi, publik, indutrial, dan akademis. Lembaga ini memperhatik perlunya isu mengenai etika
berkaitan degan kemajuan teknologi informasi dalam masyarakat dan telah menciptakan sepuluh perintah etika computer.


2.3         Pengertian Etika Internet

Perkembangan internet yang telah mengubah kondisi sosial budaya hampir diseluruh dunia ini memiliki sisi yang begitu gelap. Dalam dunia internet atau yang sering disebut dunia IT ini memberikan kebebasan bertindak, berinisiatif, berkreasi apa saja tanpa ada yang melarang dan menentang bagi setiap pengunanya. bahkan sebagian orang secara frontal mengatakan dunia cyber adalah dunia yang tak bertuhan. Namun meskipun bersifat bebas dan terbuka, ternyata berinternet juga memiliki batasan-batasan yang musti kita perhatikan. Batasan-batasan atau etika tersebut berupa tata tertib berinternet yang sering disebut Nettiquette. nattiquette atau etika berinternet ini adalah sekumpulan aturan yang berupa konsep filosofis yang luas yang meliputi benar dan salah, serta memandang ke arah kehidupan yang baik. sehingga walaupun etika berinternet sudah ada dan banyak diterapkan dalam dunia IT tetap saja belum memberikan pengaruh signifikan terkait keamanan berinternet hal ini dikarenakan etika berinternet tidak bersifat mengikat, beda hal nya dengan cyberlaw yang berupa Hukum formal tertulis serta petunjuk yang berlaku untuk semua orang, ditafsirkan oleh sistem peradilan, dan ditegakkan oleh polisi, seiring dengan perkembangannya etika berinternet dibagi menjadi beberapa aturan seperti Computer Ethics dan cyber ethics.

2.4         Aturan Etika Komputer dan Etika Internet

Etika Komputer (Computer ethics) ini lahir dikarenakan dulu sering terjadinya pelanggaran (kejahatan komputer) karena kebanyakan orang mengabaikan etika dalam penggunaan komputer. adalah Don Parker dari SRI International Menlo Park California  yang menjadi pelopor kode etik di bidang komputer (Kode Etik Profesional). Lahirnya etika komputer sebagai disiplin ilmu baru dalam bidang teknologi tidak dapat dipisahkan dari beberapa permasalahan sebagai berikut :
·       Netiket (sebuah acuan dalam berkomunikasi via internet)
·       E-Commerce (aturan transaksi perdagangan di internet)
·       Pelanggara HAKI atau Hak Cipta (Software ilegal, download ilegal)
·       Kejahatan Komputer (penyebaran virus dan spam)

Berikut ini adalah 10 Hukum mengenai Etika Komputer tersebut diantaranya:
1.      Jangan menggunakan komputer untuk menyakiti orang lain.
2.      Jangan mengganggu pekerjaan komputer orang lain.
3.      Jangan mengintip file komputer orang lain.
4.      Jangan menggunakan komputer untuk mencuri.
5.      Jangan menggunakan software jika anda belum membayar copyright nya.
6.      Jangan menggunakan komputer orang lain tanpa otoritasi atau kompensasi yang wajar.
7.      Jangan membajak hasil kerja intelek orang lain.
8.      Pikirkan konsekuensi sosial dari sistem atau program yang saat ini anda sedang kembangkan.
9.      Gunakan komputer dengan pertimbangan penuh tanggung jawab dan rasa hormat kepada sesama manusia.
10.  Jangan menggunakan komputer untuk memberikan saksi dusta.

Untuk Etika Komputer ini sendiri khususnya di negara Indonesia ini sepertinya memang harus ditelaah lebih dalam dan benar-benar dimengerti oleh semua orang di negeri ini, termasuk saya sendiri karena sekarang negara Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna komputer terbesar di dunia sekaligus juga negara peringkat ke-3 di dunia dengan kasus pembajakan terbesar setelah negara China dan Vietnam. Ini mencerminkan meskipun etika dalam komputer sudah dimasukan ke dalam kurikulum di tiap sekolah tetapi tetap masih banyak warga Indonesia yang tidak mengerti benar tentang esensi dari adanya Etika Komputer tersebut.

Etika Internet (Cyber Ethics), merupakan sebuah aturan tidak tertulis di dunia IT yang berisi nilai nilai yang disepakati bersama untuk dipatuhi dalam interaksi antara pengguna teknologi khususnya teknologi informasi. Tidak adanya batas yang jelas secara fisik dan luasnya penggunaan IT di berbagai bidang membuat setiap orang yang menggunakan teknologi informasi diharapkan mematuhi Cyber Ethics yang ada. Berikut adalah hal-hal yang perlu di perhatikan mengenai etika dalam berinternet/dunia maya adalah sebagai berikut :

Ø  Jangan Gunakan Huruf Kapital
Karena penggunaan karakter huruf bisa dianalogikan dengan suasana hati penulis. Huruf kapital mencerminkan penulis yang sedang emosi, marah atau berteriak. Tentu sangat tidak menyenangkan ketika anda dihadapkan dengan lawan bicara yang penuh dengan emosi. Walau begitu, ada kalanya huruf kapital dapat digunakan untuk memberi penegasan maksud. Dengan catatan digunakan untuk beberapa kata saja, jangan sampai seluruh kalimat/paragraf.

Ø  Kutip Seperlunya
Ketika ingin memberi tanggapan terhadap posting seseorang dalam satu forum, maka sebaiknya kutiplah bagian terpentingnya saja yang merupakan inti dari hal yang diinginkan untuk ditanggapi dan buang bagian yang tidak perlu. Jangan sekali-kali mengutip seluruh isinya karena itu bisa membebani bandwith server yang bersangkutan dan bisa berakibat kecepatan akses ke forum tersebut menjadi terganggu. Ini berlaku juga untuk fasilitas reply pada e-mail. Jika harus mengutip pesan seseorang dalam jawaban e-mail, usahakan menghapus bagian-bagian yang tidak perlu, dan ambillah (sebagai kutipan) bagian yang relevan dengan jawabannya saja.

Ø  Perlakuan Terhadap Pesan Pribadi
Jika seseorang mengirim informasi atau gagasan secara pribadi (private message), Maka tidak sepatutnya mengirim/menjawabnya kembali ke dalam forum umum, kelompok grup, atau milis.

Ø  Hati-hati Dalam Mengirim Forward
Tidak semua berita yang beredar di internet itu benar adanya. Seperti halnya spam, hoax juga merupakan musuh besar bagi para kebanyakan netter. Maka, sebelum forward, pastikanlah terlebih dahulu bahwa informasi yang ingin dikirim itu benar adanya. Jika tidak, maka dapat dianggap sebagai penyebar kebohongan yang akhirnya kepercayaan orang-orang di sekitar pun akan hilang.

Ø  Jangan Gunakan CC
Ketika mengirim e-mail ke sejumlah orang, jangan cantumkan nama-nama pada kolom CC. Jika Anda melakukan hal itu, ini biasa disebut cross posting, semua orang yang menerima e-mail Anda, akan bisa melihat alamat-alamat e-mail orang lain. Umumnya orang tidak suka bila alamat e-mail-nya dibeberkan di depan umum. Gunakanlah selalu BCC. Dengan cara ini setiap orang hanya bisa melihat alamat e-mail sendiri.

Ø  Jangan Sembarangan Menggunakan Format HTML
Jika Anda mengirim sebuah pesan penting ke teman, jangan gunakan format HTML tanpa meyakini bahwa program e-mail teman anda bisa membaca kode HTML. Jika tidak, pesan Anda sama sekali tidak terbaca atau kosong. Sebaliknya, gunakanlah format plain text.

Ø  Jangan Kirim File (berukuran besar) Melalui Attachment
Peraturan e-mail secara internasional melarang transfer file melalui e-mail, apalagi di dalam milis. Jangan pernah membayangkan, rekan Anda atau anggota milis yang lain memiliki mailbox/hard disk yang cukup seperti Anda. Pada umumnya penyedia jasa internet (ISP) di Indonesia hanya memberi quota space 2-5 MB. Pengiriman file yang besar, akan membuat proses downloading menjadi lamban, dan ini jelas menambah beban pulsa.  Saat file melebihi kuota, maka proses downloading praktis terganggu. Jika ini terjadi, Anda bisa dituduh telah melakukan bomb-mail, yang di dalam dunia internet dianggap sebagai tindakan kriminal. Jika memang harus melakukan transfer file, sebaiknya minta izin dulu, bahwa akan mengirim file, sekaligus jelaskan besar file. Setelah rekan Anda setuju, barulah kirim melalui attachment. Tapi untuk lebih amannya, gunakanlah situs yang khusus menyediakan jasa transfer file ini. Selain praktis, semua rekan Anda pun bisa menentukan pilihan, ingin ikut mengunduh atau tidak, tanpa perlu risau e-mail-nya terganggu. Toh sudah banyak situs-situs yang gratis.

Ø  Ketika Harus Menyimpang dari Topik
Tiap milis/forum tentu memiliki peraturan khusus mengenai obyek bahasan yang diperkenankan. Oleh sebab itu, jika anda ingin menyampaikan/meminta sebuah informasi di luar topik yang telah ditentukan, sepatutnya sertakan pula tanda khusus pada kolom subyek e-mail  agar anggota milis yang lain tidak terkecoh dengan isi e-mail anda. Contohnya, ketika ingin menyampaikan lowongan pekerjaan di milis yang khusus membahas tentang software:
[OOT] Loker di PT. Software Citra Kencana, Membutuhkan Programmer.

Ø  Hindari Personal Attack
Ketika anda tengah dalam situasi debat yang sengit, jangan sekali-kali menjadikan kelemahan pribadi lawan sebagai senjata untuk melawan argumentasinya. Sebab, ini hanya akan menunjukkan seberapa dangkal pengetahuan Anda. Lawan argumentasi hanya dengan data/fakta saja. Sedikit langkah diplomasi mungkin bisa membantu. Tapi ingat, jangan sekali-kali menggunakan kepribadian lawan debat sebagai senjata sekalipun ia adalah orang yang anda benci. Budayakan sikap debat ilmiah, bukan debat kusir.

Ø  Kritik dan Saran yang Bersifat Pribadi Harus Lewat PM (Personal Message)
Jangan mengkritik seseorang di depan forum. Ini hanya akan membuatnya rendah diri. Kritik dan saran yang diberikan pun harus bersifat konstruktif, bukan destruktif. Beda bila kritik dan saran itu ditujukan untuk anggota forum secara umum atau pihak moderator dalam rangka perbaikan sistem forum, Anda boleh posting di dalam forum selama tidak menunjuk orang per orang tertentu.

Ø  Jujur Dalam Mencantumkan Sumber dan/atau Penulis
Jangan sekali-kali mengakui tulisan orang lain sebagai hasil karya pribadi Anda. Walaupun tulisan itu telah Anda revisi sedemikian rupa, namun mau tidak mau anda telah mengadaptasi dari milik orang lain. Oleh karenanya, Anda harus mencantumkan sumber referensi tersebut.

Pelanggaran dalam etika berinternet sering kali mendapat sanksi. Apabila sang pelaku melakukan kesalahan kecil biasanya hanya terkena sanksi social saja. Dan apabila terkena sanksi yuridis bisa saja dijebloskan ke penjara atau tidak boleh menggunakan komputer sampai batas yang ditentukan.

2.5         Pentingnya Etika di Dunia Maya

ž  Pengguna internet berasal dari berbagai negara yang berbeda budaya, bahasa dan adat istiadat berbeda-beda
ž  Pengguna internet tidak saling mengenal berbagai fasilitas yang ada memungkinkan munculnya penyalahgunaan.
ž  Pengguna selalu bertambah memungkinkan adanya pengguna yang tidak tahu tata cara bergaul dalam dunia internet
ž  Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup dalam dunia yang anonymous, yang tidak mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi.
ž  Berbagai macam fasilitas yang diberikan dalam internet memungkinkan seseorang untuk bertindak tidak etis.Harus diperhatikan bahwa pengguna internet akan selalu bertambah setiap saat dan memungkinkan masuknya “penghuni” baru dalam dunia maya.
BAB 3
PEMBAHASAN

3.1         Menurut Pandangan Para Ahli

Melihat sejarah perkembangan komputer yang telah dibahas di atas, ketika memutuskan untuk menggunakan istilah “etika komputer” pada pertengahan tahun 70-an, Walter Maner menggambarkan bidang tersebut sebagai bidang ilmu yang menguji “permasalahan etis yang menjengkelkan, yang diciptakan oleh teknologi komputer”. Maner berpendapat bahwa beberapa permasalahan etis sebelumnya sudah ada, diperburuk oleh munculnya komputer yang menimbulkan permasalahan baru sebagai akibat penerapan teknologi informasi.

Sementara Deborah Johnson (1985) dalam bukunya Computer Ethics, menggambarkan bidang ini sebagai satu studi tentang cara yang ditempuh oleh komputer memiliki standar moral baru, yang memaksa kita sebagai penggunanya untuk menerapkan norma-norma baru pula di dalam dunia yang “belum dipetakan”.

James Moor mendefinisikan etika komputer didalam artikelnya “What Is Computer Ethics” “[Apakah Etika Komputer Itu?] yang ditulis pada tahun 1985. Dalam artikel tersebut, Moor mengartikan etika komputer sebagai bidang ilmu yang tidak terikat secara khusus dengan teori ahli filsafat mana pun dan kompatibel dengan pendekatan metodologis yang luas pada pemecahan masalah etis.
A typical problem in computer ethics arises because there is a policy cacuum about how computer technology should be used. Computers provide us with new capabilities an thes in turn give us new choices for action. Often, Either no policies for conduct in these situations exist or existing policies seem inadequate. A central task of computer ethics is to determine what we should do in such cases, that is, formulate policies to guide our actions.... One difficulty is that along with  a policy vacuum there is often a conceptual vacuum. although a problem in computer ethics may seem clear initially, a little reflection reveals aconceptual muddle. What is needed in suc cases is an analysis that provides a coherent conceptual frame work within which to formulate a police for action. (Bynum, 2001)
Dari kutipan di atas, terlihat bahwa suatu masalah khas dalam etika komputer muncul karena adanya suatu kebijakan yang belum jelas tentang bagaimana teknologi komputer harus digunakan. Satu tugas etika komputer adalah menentukan apa yang perlu kita lakukan didalamnya. Dalam kasus ini adalah merumuskan kebijakan untuk memandu tindakan kita. secara lebih lanjut, Moor mengatakan bahwa teknologi komputer itu sebenarnya memiliki sifat revolusioner karen memiliki “logically malleable”:
Computers are logically malleable in that they can be shaped and molded to do any activity that can be characterized in terms of inputs, outputs and connectiong logical operations... Because logic applies everywhere, the potential applications of computer technology appear limitsless. The computer is the nearest thing we have to a universal tool. Indeed, the limits of computers are largely the limits of our own creativity. (Moor, 1985).
Komputer disebut “logically malleable” karena bisa melakukan aktivitas apa pun dalam membantu tugas manusia. Hal ini terjadi karena komputer bekerja menggunakan suatu logika pemrograman tertentu yang bisa dibuat oleh programernya. Logika pemrograman tersebut terbubung dimana-mana sehingga potensi aplikasi teknologi komputer tampak tiada habisnya. Komputer merupakan suatu alat yang universal. Tentu saja batas komputer adalah seberapa besar batas dari kreativitas manusia sendiri.

Menurut Moor, revolusi komputer sedang terjadi dalam dua langkah. Langkah yang pertama adalah “pengenalan teknologi” di mana teknologi komputer dapat dikembangkan dan disaring. Ini telah yang terjadi di Amerika sepanjang empat puluh tahun pertam setelah Perang Dunia yang kedua. Langkah yang kedua adalah “penyebaran teknologi” di mana teknologi mendapat integrasi ke dalam aktivitas manusia sehari-hari dan ke dalam institusi sosial, mengubah seluruh konsep pokok, seperti uang (Money), pendidikan (education), kerja (work) dan pemilihan yang adil (fair elections).
Sekarang ini, pengertian yang diberikan Moor adalah salah satu pengertian terbaik yang ada menyangkut bidang etika komputer tersebut.
Pada tahun 1990, Donald Gotterbarn memelopori suatu pendekatan yang berbeda dalam melukiskan cakupan khusus bidang etika komputer. Dalam pandangan Gotterbarn, etika komputer harus dipandang sebagai suatu cabang etika profesional, yang terkait semata-mata dengan standar kode dan praktk yang dilakukan oleh para profesional di bidang komputasi :
“There is little attention paid to the domain of professional ethics -- the calues that guide the day-to-day activities of computing professionals in their role as professionals. By computing professional I mean anyone involved in the design and velopment of computer artifacts.. The ethical decisions made during the development of these artifacts have a direct relationship to many of the issues discussed under the broader concept of computer ethics...” (Gotterbarn, 1991)

Dengan kepeloporannya tersebut, Gotterbarn akhirnya dilibatkan dalam sejumlah aktivitas terkait dengan penelitian di bidang etika komputer.

Seiring berkembangnya zaman serta makin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melahirkan berbagai dampak baik dampak positif maupun dampak yang negatif. Dampak positif tentu saja merupakan hal yang diharapkan dapat bermanfaat bagi kemaslahatan kehidupan manusia di dunia termasuk di negara Indonesia sebagai negara berkembang, yang mana hasil dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi ini diramu dalam berbagai bentuk dan konsekuensinya sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Dampak negatif yang timbul dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi harus juga dipikirkan solusinya karena hal tersebut dapat mengakibatkan kerusakan pada kehidupan manusia, baik kehidupan manusia secara fisik maupun kehidupan mentalnya.

Salah satu hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini antara lain adalah teknologi dunia maya yang dikenal dengan istilah internet. Internet ( Interconection Networking ) merupakan suatu jaringan yang menghubungkan computer diseluruh dunia tanpa dibatasi oleh jumlah unit menjadi satu jaringan yang bisa saling mengakses. Dengan internet tersebut, satu computer dapat berkomunikasi secara langsung dengan computer lain diberbagai belahan dunia.

walaupun internet ini dunia maya, akan tetapi karena interaksi yang terjadi di dalamnya tetap melibatkan manusia dengan berbagai jenis dan karakter tak ubahnya di dunia nyata sehari-hari, maka etika keseharian tetap harus diterapkan. Bagaimanapun pelanggaran terhadap etika tersebut bisa berdampak kurang baik bahkan bisa menjadi sesuatu yang buruk bagi kita dan anak kita. Konsekuensinya sendiri bisa terjadi dalam bentuk ringan seperti pengucilan, pemblokiran, dan hal sejenis lainnya, hingga dalam bentuk yang cukup berat yang bisa membawa kita berurusan dengan pihak kepolisian dan pengadilan.

3.2         Menurut Pandangan Penulis

Saya kira anda pasti mengakui bahwa sedemikian besar pengaruh media internet terhadap sesuatu kejadian. Suatu hal kecil dan terlihat sepele bisa jadi menjadi sedemikian besar dan mungkin tidak disangka-sangka sebelumnya sebagai akibat publikasi dari internet.

Oleh karenanya, sebagai mahasiswa rasanya sudah sepantasnyalah kita memberikan pengertian adek-adek kita mengenai bagaimana menggunakan internet dengan memperhatikan etika, karena tidak akan rugi sedikitpun andaikan kita menggunakan internet dengan tetap memperhatikan etika. Dan justru sebaliknya, pelanggaran-pelanggaran terhadap etika berinternet bisa membawa dampak buruk yang mungkin tidak terbayangkan sebelumnya. Dan sudah barang tentu, penerapan etika yang dimaksudkan disini adalah bersifat umum saja dimana banyak orang/pihak tidak dikenal yang terlibat. Jika hanya berinteraski dengan teman sendiri yang sudah akrab, mungkin ini tidak jadi masalah mengingat si temanpun pasti sudah hapal karakter masing-masing, tetapi tentu saja tetap harus ada batas-batas yang tidak boleh dilampaui.






DAFTAR PUSTAKA









Tidak ada komentar:

Posting Komentar